Oleh – Oleh Daurah Mentor

Hari Sabtu (23/10) Lembaga Responsi Agama Islam (LRAI) Fakultas Teknik Unand  mengadakan acara Daurah Mentor di Ged F 1.2 Unand. Acara yang saya pikir akan ramai karena yang diundang semua  mentor di FT , namun ternyata masih kalah banyak  dengan jumlah kursi yang tersedia. Sebuah Fakta sudah mulai memudarnya semangat dakwah ini di lingkungan Fakultas Teknik Unand. Tapi sekarang saya tidak mau membahas kenapa dakwah ini pendukungnya sedikit. Namun saya mau sharing apa yang saya peroleh dari acara tersebut sedikit bekal bagi  saya  dan para mentor atau siapa saja yang membaca ini.

Dalam acara tersebut ada 2 materi besar yang disampaikan oleh ustadz yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hermandiansyah SH( Alumni Angktn 2003 FH Unand ) dengan judul Tips Mengelola Kelompok Mentoring dengan baik. Diantara tips yang diberikan supaya kelompok mentoring itu berjalan dengan sukses yaitu Si Mentor harus mempunyai persiapan yang cukup untuk itu. Maka  si Mentor hendaknya memiliki bahan / referensi bacaan . Selain itu pada kegiatan mentoring para mentor diharapkan tidak kaku atau terlalu formal dalam memberikan materi tersebut alangkah baiknya pada pemberian materi diselipkan sebuah kisah atau ilustrasi dan juga bisa game – game menarik  yang berhubungan dengan materi yang dapat membuat suasana lebih asyik.

DSC01905
Materi ke dua disampaikan oleh ustadz Rahmadi Kurnia ( Ketua Jurusan Teknik Elektro) dengan judul Menjadi Murabbi Sukses. Mungkin kita bertanya tanya apa itu Murabbi? Murabbi bisa juga disebut sebagai da’i , ustadz atau mentor.Ustadz Rahmadi memulai kajiannya dengan menyampaikan tentang hukum berdakwah. Beliau menyebut Kewajiban berdakwah itu sama dengan Fardu Kifayah atau bisa kita ibaratkan dengan hukum menyelenggarakan Jenazah. Maksud Fardhu kiyafah yaitu kewajiban bagi setiap muslim , namun apabila telah ada yang mengerjakan maka lepaslah kewajiban bagi muslim lain.(istilah menurut bhs saya sendiri). Jadi jika pada suatu tempat ada kematian maka suatu kewajiban bagi umat islam untuk menyelenggarakan jenazah tersebut. Jika dalam keluarga si jenazah tidak ada yang mampu menyelenggarakan maka kewajiban meluas kepada lingkungan sekitar bisa RT , jika tidak bisa juga meluas lagi jadi kewajiban kelurahan sampai tidak ada yang  bisa juga bisa meluas sampai kewajiban bernegara.Nah , begitu juga dengan dakwah, Dakwah jika hanya kita serahkan kepada Ulama , Ustadz atau KH dan terselesaikan segala persolan umat maka dakwah tidak wajib bagi kita semua. Namun masalah yang kita lihat sekarang ini , kejahatan atau kemungkaran bertebaran dimana-mana,maka sudah sepatutnya kita terkena hukum dakwah itu sendiri.

Al Qur’an sendiri menyatakan  “..

………. dan  suruhlah  (manusia) mengerjakan  yang  baik  dan  cegahlah  (mereka)  dari  perbuatan  yang  mungkar  dan bersabarlah  terhadap  apa  yang  menimpa  kamu.  Sesungguhnya  yang  demikian  itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. 31 : 18)

Dan berdakwah sendiri merupakan perbuatan yang mulia sebagaimana dijelaskan Allah

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh  dan  berkata:  “Sesungguhnya  aku  termasuk  orang-orang  yang  berserah  diri?”
(QS.  41  :  33).

Dan untuk memperkuat bahwa setiap kita sebenarnya dituntut untuk berdakwah “

Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim no. 49)

Dari Hadist Nabi tersebut dapat kita simpulkan bahwa jika kita melihat suatu kemungkaran kita disuruh oleh nabi untuk mencegahnya , dan serendah2 iman untuk mencegahnya yaitu dalam hatinya.

Sangat jelas sekali bahwa menjadi Murabbi atau mentor itu seyogyanya merupakan suatu kewajiban bagi kita semua , karena mau tidak mau kita nantinya akan menjadi seorang murabbi atau mentor atau pemimpin paling tidak bagi keluarga kita. Jadi kita tidak bisa mengelak atas itu , sang ayah akan jadi mentor (teladan ) bagi anak dan istrinya , sang kakak menjadi contoh bagi adiknya , sang dosen menjadi teladan bagi mahasiswanya , mahasiswa senior menjadi teladan bagi mahasiswa juniornya. Makanya ustadz Rahmadi menyampaikan bahwa menjadi Murabbi itu sangat mudah. Ustadz Rahmadi sendiri telah menjadi Murabbi sejak dari bangku SMA , maka dari itu ia bisa menyampaikan pengalaman nya sebagi Murabbi . ustadz Rahmadi menyampaiakan masalah atau kendala yang sering terjadi bagi Murabbi yaitu kurangnya persiapan dalam menyampaikan materi yang berakibat kepada kurangnya bahan yang akan disampaikan dan akan menimbulkan grogi pada diri Murabbi itu sendiri . Permasalahan itu sebenarnya solusi nya hanya satu yaitu sang Murabbi haruslah memperbanyak bahan bacaan dan referensinya dan jam terbang atau pengalaman , Maka dengan cara demikian permasalahan grogi atau kurang PD dapat terselesaikan. Permasalah yang juga banyak dikeluhkan oleh Murabbi yaitu kenapa sering tidak tahu harus mulai dari mana dan kadang – kadang bahan yang disampaikan cepat berlalu atau terlalu sedikit alias sering kehabisan bahan. Ustadz Rahmadi menyuruh supaya kita renungi kenpa kita ketika berbicara diluar atau membahas suatu persoalan bisa lamanya berjam-jam kenapa pada mentoring tidak bisa. Sebagai contoh mungkin pada kaum laki-laki ketika selesai menyaksikan pertandingan bola maka dia bisa bercerita tentang pertandingan tersebut selama beberapa jam , dan terkadang bercerita kepada orang yang juga menyaksikan pertandingan tersebut. Kenapa Murabbi menyampaikan kepada bimbingannya yang bisa dikatakan belum mengetahui tetapi kita bilang tidak punya cukup bahan. Mungkin ini harus direnungi bagi Murabbi yang mempunyai masalah tadi.

Pemberian Kenang2an kpd Ustadz Rahmdi

Dan menjadi Murabbi itu banyak sekali manfaat yang akan kita peroleh diantaranya , Murabbi itu pasti rajin membaca , silaturahmi terjalin , terbukanya pintu rizky , dan yang paling bermanfaat sekali yaitu pada diri pribadi akan selalu termotivasi melakukan kebaikan. Hal demikian itu insyaalah akan diperoleh oleh setiap Murabbi yang mau bekerja All Out untuk dakwah ini.Dan kerugian menjadi murabbi itu hampir dibilang tidak ada .Sedikit bisa jadi motivasi bagi kita semua , Nanti di akhirat ada seseorang yang bertanaya kepada Allah , Ya Allah kenpa Pahala yang saya peroleh sangat banyak sekali padahal saya  di dunia rasa nya tidak mengerjakan sebanyak ini?lalu Allah menjawab itu pahala bagi mu karena ucapan / perbuatan mu orang melakukan kebaikan maka selama ia melakukan kebaikan itu pahalanya juga ada untukmu.Dan ada seorang lagi yang bertanya kepada Allah, Ya Allah kenapa begitu banyak kejelekan yang saya peroleh , rasanya saya tidak melakukan sebanyak ini , maka Allah menjawab itu adalah balasan atas karena ucapan atau perbuatanmu orang melakukan kejahatan, maka selama ia melakukan kejahatan maka kamu juga kena dosanya.

Sungguh ketika kita mengajak seseorang untuk melakukan kebaikan maka pahala yang sangat besar telah menanti kita , jadi kenpa kita masih ragu untuk jadi Murabbi??

Alhamdulillah, dari acara ini, saya jadi yakin dan mantap untuk terus berjalan di jalan dakwah ini. Apapun kita bahwa sebagai muslim, Dimana kita semua berkewajiban untuk untuk terus berlomba dalam berbuat kebajikan, kapanpun dan dimanapun itu. Mudah-mudahan pembaca setuju !!

Belum ada komentar

Leave a reply

  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

  • Komentar Terakhir

    radi di Kenapa Tidak Objektif Dalam me…
    Iman Rahman Duya di Kenapa Tidak Objektif Dalam me…
    radevick di Sedikit Koreksi Buat Budaya Pr…
    radi di Haram umat islam ucapkan Selam…
    radiets di Haram umat islam ucapkan Selam…
  • Twitter Terbaru

    Error: Please make sure the Twitter account is public.

  • Arsip

  •  

    Oktober 2009
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Internet Sehat
  • RSS MUI

  • RSS Muhammadiyah

  • RSS Tabligh Muhammadiyah

  • RSS Beritanet

  • Blog Stats