Arsip untuk ‘Love’ Kategori
Cinta bukan lewat lisan tapi ……
Huhu , sebelumnya lagi – lagi saya akan posting mengenai cinta tak tahu kenapa kalau soal topik cinta ngak pernah habis dan bosan untuk ditulis . Kayaknya karena ini terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari maka ide untuk menulis itu tidak pernah hilang kali ya .(Lagi-lagi beralibi
n )
Saya sebenarnya sangat heran juga , akhir – akhir ini di sekre organisasi saya kayaknya lagi pada kena virus “CINTA” dan parahnya virus itu hampir menyebar keseluruh anggota . Tak tahu siapa sumber virus itu , tapi realita emang virus CINTA lagi menjangkit para anggota disekre . Padahal kalau masalah virus komputer semua pada ahli dan dalam sekejap dapat mengatasinya , namun kalau virus CINTA ini pada ngak bIsa mengatasinya atau mungkin tak mau membasninya kali . Bukti nyatanya banyak dari teman – teman yang saat ini begitu puitis dalam menulis status facebook , banyak yang rajin membuat note berkaitan dengan Cinta . Tapi apa betul Cinta itu bisa memlalui lisan atau tulisan belaka ?
To be loved or to lo love ?
Di organisasi saya kayaknya lagi musim Cinta , hampir setiap saat bahasannya cinta , dan banyak juga anggota organisasi tersebut yang bikin status di facebook puitis mengenai cinta Walaupun Secara Realita belum ada yang punya cewek kayaknya(Ops….maaf jika ada yang punya tapi diam – diam ) , Ntah lah mungkin ukm nya berganti kali dari ukm it jadi ukm Cinta. Dan juga Kemarin saya membuka facebook dan ketika di halaman home ternyata ada sebuah note yang menjadi highlight dengan judul mencintai vs dicintai, Note tersebut ternyata udah di comment hampir puluhan lebih oleh yang mengaku ngaku dewa n dewi cinta. Nampaknya topik ini juga menarik untuk bahan postingan saya kali ini , berhubung lagi semangatnya kalau nulis – nulis berkaitan Cinta nih . , ops…jangan salah arti ya , daripada nulis berkaitan politik atau yang lainnya nanti takut kepada fitnah , kalau mau curhat nanti bernasib kayak mbak Prita , tapi kalau tema Cinta kemungkinan ngak ada masalah
.
Sebenarnya kalau dilihat mencintai dan dicintai sederhana bangat , karena keduanya berasal dari kata CINTA namun diberi imbuhan yang berbeda yang satu me dan satu lagi di. Tapi untuk memahami artinya tidak sesederhana tulisannya. Kalu menurut pribadi saya mencintai jauh lebih mudah daripada dicintai , Kenapa ? karena kalau kita mencintai berarti kita sendiri yang memainkan peran tersebut , artinya kita cukup untuk mengaktifkan hati kita untuk mencintai , berbeda dengan dicintai kita dituntut untuk dapat menaklukan yang mempunyai hati karena kendalinya bukan pada kita . Dilihat dari segi usaha kalau mencintai usaha kita tidak terlalu rumit kita hanya melakukan usaha seberapa besar kita mencintai orang tersebut , namun kalau dicintai kita akan membutuhkan usaha yang sangat lebih besar sekali , kadang usaha sudah besar namun kita tetap tidak endapatkan kunci si pemegang hati .Kita dicintai atau tidak bukanlah suatu hal yang bisa kita paksakan ,karena si pemegang hati mungkin memiliki perasaan tersendiri, yang mempunyai hak menentukan siapa yang layak dan tak layak dicintai .
So…!! Maka mari kita sederhanakan persoalan saja , supaya bagaimana kita dapat untuk mencintai bukan dicintai. Karena mencintai pilihan yang masuk akal untuk itu .Mencintai Allah , Mencintai Rasulullah , Mencintai Orang Tua dan mencintai….(lanjutkan aja , masing – masing beda kan?? ;-P
Kaukah bidadari dalam hidup ku?
Terpesona kepada seorang wanita tentu lumrah saja selagi dalam batas kewajaran.Apalagi wanita tersebut baik dan menarik hati. Diakah yang menjadi pelabuhan cinta ku? Biar waktu saja yang menjawab. Inilah untuk pertama kali timbul suatu rasa lain dihati ketika mengenal nya . Dari rasa itu membuat aku ingin lebih mengenalnya lebih jauh ,meskipun sampai saat ini belum pernah lagi bertemu dengannya. , Inikah yang dimaksud dengan “Cinta Pandangan Pertama” .Wallahalam ….
Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku tak terbiasa dengan rasa ini. Di saat aku mencoba untuk memahaminya, saat itulah aku semakin tidak paham . Mungkin Allah sajalah yang dapat menunjuki hati ini , karena hanya Allah yang dapat membolak – balikan hati manusia .Ya Allah, berikanlah aku hidayah-Mu, sehingga aku dapat menerima dan mengerti sepenuhnya pesan yang ingin Engkau sampaikan padaku. Kuatkanlah aku dan biarlah Engkau menuntun aku dalam hidup ini, kupasrahkan segalanya hanya kepada-Mu.
” Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadapMu dan Cinta kepada mereka yang mencintaiMu, dan apa sahaja yang mendekatkan kami kepada CintaMu”
Ya Allah, jika aku jatuh cinta…Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Puisi Cinta ..
Beberapa Kutipan Puisi Cinta yang saya ambil dari Film dan Novel KCB , yang bisa kita renungi karena sangat menyentuh sekali ;
Defenisi Cinta menurut Ayatul Husna ,( ini diadaptasi perubahan seperlunya dari puisi Rumi dalam Masnawinya)
cinta adalah kekuatan
yang mampu
mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan
mengubah kandang jadi taman
mengubah penjara jadi istana
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah
itulah cinta!
Kegelisahan karena cinta
Sudah hampir beberapa bulan ini saya sering terpikirkan seseorang. Ntah…inikah yang disebut jatuh cinta?? Hati ini tidak mampu lagi meredam perasaan ini . Banyak teman yang menyarankan supaya menyatakan saja , daripada keburu didahului oleh orang lain. Tapi saya masih yakin bahwa jika Allah menetapkan dia sebagai jodoh pasti tak akan lari .(Semoga aja keyakinan ini betul)
Kalau ditanya sudah minta petunjuk kepada Allah , mungkin dalam setiap do’a saya selalu minta petunjuk atas kejadian ini .Tapi akhir – akhir ini keraguan untuk menyatakan itu timbul , karena rasanya belum waktunya untuk menyatakan ini walaupun semakin hari rasa ini sulit dipendam .
Saya tidak tahu apakah segala keraguan tersebut,petunjuk dari Allah ataukah bisikan setan.
CINTA Pandangan Islam
Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: “Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka”(HR. Bukhari dan Muslim) .
Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu perkara yang suci. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.
” Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia memberitahu bahawa ia mencintainya. ”
HR Abu Daud dan At-Tirmidzi
Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, kerana itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu ( mithalnya lembaga pernikahan ) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.
” Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu ( wahai kaum lelaki ), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu ( suami isteri ) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan ( yang menimbulkan kesedaran ) bagi orang-orang yang berfikir. ”
Q.S Ar-Ruum : Ayat 21
Ayat di atas merupakan jaminan bahawa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu kerana Allah ( setelah menikah ). Jadi tak perlu menunggu ” jatuh cinta dahulu ” baru berani menikah, atau pacaran dahulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syaitan durjana ( na’udzubillahi min zalik ). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerosakan pergaulan dalam masyarakat.
Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan / diutamakan dan siapa / apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.Tingkatan itu adalah pertama kepada Allah , Rasulullah ,Mukmin dgn Mukmin yang lainnya,Sesama manusia dan Cinta selainkpd manusia (alam , harta , kedudukan dll).
” Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadapMu dan Cinta kepada mereka yang mencintaiMu, dan apa sahaja yang mendekatkan kami kepada CintaMu”
Sumber ; Dari berbagai sumber (buku , internet ,dll) yang tidak bisa disebutkan satu – satu.
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (3)
Komentar (4)
