Arsip untuk ‘Islamic’ Kategori
Ada apa dengan HMI PB Sumbar??
Di saat sebuah negeri di timpa oleh musibah , semua orang baik organisasi berdatangan untuk menjadi pahlawan dengan memberi bantuan kemanusian. Ternyata bantuan itu tidak hanya datang dari saudara se muslim saja namun juga datang dari warga dunia non muslim. Namun kita harus bisa memilah bantuan tersebut , jangan sampai bantuan yang kita terima merusak keimanan dan persaudaraan kita dengan muslim yang lain.
Saya sangat terkejut sekali mendengar bahwa ada bantuan ISRAEL yang masuk ke Padang , Dan yang lebih mengejutkan lagi bantuan tersebut disalurkan oleh yg notabane aktivis islam yaitu HMI . Hanya dengan alasan kemanusian mereka mau saja menyalurkan bantuan tersebut.Sebenarnya mereka harus tau kalau emang itu rasa kemanusian yang ditunjukan oleh ISRAEL , cukup mereka tunjukkan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Dan jika mereka HMI adalah aktivis islam seharusnya tahu bahwa prinsip Yahudi “tidak ada yang gratis dari mereka,”.
Oleh – Oleh Daurah Mentor
Hari Sabtu (23/10) Lembaga Responsi Agama Islam (LRAI) Fakultas Teknik Unand mengadakan acara Daurah Mentor di Ged F 1.2 Unand. Acara yang saya pikir akan ramai karena yang diundang semua mentor di FT , namun ternyata masih kalah banyak dengan jumlah kursi yang tersedia. Sebuah Fakta sudah mulai memudarnya semangat dakwah ini di lingkungan Fakultas Teknik Unand. Tapi sekarang saya tidak mau membahas kenapa dakwah ini pendukungnya sedikit. Namun saya mau sharing apa yang saya peroleh dari acara tersebut sedikit bekal bagi saya dan para mentor atau siapa saja yang membaca ini.
Dalam acara tersebut ada 2 materi besar yang disampaikan oleh ustadz yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Ustadz Hermandiansyah SH( Alumni Angktn 2003 FH Unand ) dengan judul Tips Mengelola Kelompok Mentoring dengan baik. Diantara tips yang diberikan supaya kelompok mentoring itu berjalan dengan sukses yaitu Si Mentor harus mempunyai persiapan yang cukup untuk itu. Maka si Mentor hendaknya memiliki bahan / referensi bacaan . Selain itu pada kegiatan mentoring para mentor diharapkan tidak kaku atau terlalu formal dalam memberikan materi tersebut alangkah baiknya pada pemberian materi diselipkan sebuah kisah atau ilustrasi dan juga bisa game – game menarik yang berhubungan dengan materi yang dapat membuat suasana lebih asyik.
Pemimpin Itu Pelayan
Menjadi pemimpin tidak hanya menerima amanat rakyat, tapi juga menerima amanat Allah. Dengan begitu, para pemimpin itu pada hakikatnya adalah mereka yang berperan sebagai pelayan rakyat sesuai dengan iradah Allah swt. Pemimpin yang mengkhianati dan menodai hak rakyatnya, berarti menghujat dan mengabaikan amanat Allah.
Misi kepemimpinannya bukan untuk menampakkan raut wajah seorang ‘penguasa’ tetapi dia tampakkan hati nuraninya yang paling bening dan menyejukkan. Karena bagi dirinya: pemimpin itu adalah pelayan umat.
Menjadi pemimpin bukan mencari kekayaan, tetapi pengabdian. Menjadi pemimpin berarti melaksanakan ibadah yang paling berat untuk mengemban amanat rakyat dan Allah. . Rasulullah saw bersabda, ”Tiada seorang hamba yang diberi amanat Allah untuk memimpin rakyat kemudian menipu mereka, melainkan Allah mengharamkan sorga baginya.” (Bukhari Muslim).
Semoga pemimpin yang baru kita ini nantinya mampu mengemban amanat rakyat dan Allah.
”Sebaik-baik pemimpin kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka mencintai kamu, dan kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakan kamu. Dan, seburuk-buruknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu, dan kamu melaknat mereka dan mereka pun melaknat kamu,” (HR. Muslim).
Layaknya pakaian kotor yang ingin masuk lemari
Sungguh hidup itu seperti perputaran roda padati yang terkadang berada di atas dan kadang dibawah .Ya , terkadang baik terus adakalanya tergelincir kemudian bangkit dan mencoba istiqamah begitulah fitrah manusia tak lepas dari nafsu yang menguasai ‘.Rasulullah sendiri telah mengatakan Al-iman yazid wa yanqush iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Maka jika dia sedang berkurang maka isilah atau perbaikilah.
Layaknya pakaian yang kotor yang ingin masuk lemari yang bersih pastinya harus melewati berbagai ujian, cobaan dan gemblengan, dari mulai dia berada di tempat pakaian kotor akhirnya pakaian kotor itu harus bercampur dengan segala macam pakaian kotor lainnya terlebihh dahulu setelah itu ujian pun belum juga selesai melainkan dia menghadapi bros dan bahkan dipukul-pukul atau dia dimasukan ke dalam mesin cuci yang memutar dirinya setelah itu belum juga dia masuk kedalam lemari sepertiapa harapanya kemudian dia dijemur diterik matahari dan tertiupangin sehingga jika pada saat dia dijemur dia jatuh maka dia pun akan dicuci kembali, sepertinya ujian itu amat berat namun belum juga selesai melainkan dia menghadapi panasnya setrika yang apabila tidak tahan maka ia akan terbakar dan tempatnya kembali didapur sebagai lap pembersih bukanya masuk ke lemari sesuai dengan impianya, barulah setelah selesai ia dilipat atau digantung dilemari yang bersih dan wangi.
Bbegitulah hidup manusia didunia yang ingi masuk kesurga pastinya juga tak lepas dari ketahanan dalam cobaan, ujian dalam keistiqamahan beribadah kepada Allah SWT.
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar